Lima istilah dalam seni tari, diantaranya :
1.
Kitch, sebutan
dari tari-tarian yang mendapatkan pengaruh dari kebudayaan barat yang hasil
akhirnya terjadi pengurangan durasi waktu dalam mempertunjukannya. Kitch mempunyai
ciri-ciri komersial, mementingkan estetika dan hiburan, dan koreografi yang
diperhitungkan. Misalnya Tari Serimpi Surakarta yang seharusnya ditampilkan dengan
durasi 1 jam menjadi 15 menit.
2.
Rengkuh,
merupakan bentuk posisi tubuh dalam tari tradisional Jawa Barat, dengan posisi
kedua tumit bertemu, posisi torso atau badan tegak, rengkuh dilakukan
dengan posisi lutut kaki ditekuk (merendah). Posisi ini dilakukan selama
menari. Bentuk posisi semacam ini terdapat pula di tari tradisional Betawi,
Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali,
hanya istilahnya dan bentuknya yang sedikit berbeda.
3.
Seniman alam,
artinya seorang seniman yang bergurunya pada alam dan kehidupan serta tidak
pernah mengenyam pendidikan formal dalam ruang lingkup seni, namun ia sangat
memahami apa yang menjadi bidangnya. Maksudnya seseorang yang memang mempunyai
potensi atau bakat seni dalam dirinya, misalnya ada keturunan dari sang Ibu
yang suka menari.
4.
Foot position,
bentuk dasar dari gerak balet klasik dimana dalam melakukannya memerlukan bar
(semacam besi) sebagai pembantu untuk bergerak. Foot position ini terbagi
menjadi beberapa macam seri, yang fungsinya untuk melatih kekuatan kaki,
melatih posisi badan untuk tetap tegak, dan membiasakan jari-jari kaki menjadi
bentuk point agar ketika menari terlihat cantik.
5.
Joget, taya, beksa memiliki makna untuk sebutan tari di
Jawa Tengah. Joget sendiri memiliki arti mengekspresikan jiwa manusia yang
dituangkan ke dalam gerak yang indah, yang memiliki ruang, waktu, juga membutuhkan
wiraga, wirama, dan wirasa. Wiraga merupakan
kemampuan gerak yang dimiliki oleh seorang penari, sedangkan wirama merupakan
kemampuan penari menyelaraskan dengan irama, dan wirasa merupakan kemampuan
penari menghayati dan mengekspresikan.